Program Studi S1 PJKR
Published on Program Studi S1 PJKR (https://pjkr.fikk.uny.ac.id)

Home > Guru SMP Negeri 15 Yogyakarta Ikuti Workshop Physical Activity Break Berbasis Pedoman WHO Oleh Dosen FIKK UNY

Guru SMP Negeri 15 Yogyakarta Ikuti Workshop Physical Activity Break Berbasis Pedoman WHO Oleh Dosen FIKK UNY

Submitted by admin on Thu, 2026-08-06 19:29

 

Yogyakarta, 28 April 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan workshop bertajuk “Penguatan Peran Guru SMP dalam Mendorong Aktivitas Jasmani Siswa melalui Edukasi Pedoman WHO dan Physical Activity Break” di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat skema Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) yang bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan aktivitas jasmani ke dalam proses pembelajaran.

Workshop dibuka oleh Dr. Tri Ani Hastuti, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Research Group Pendidikan Kesehatan dan Kebugaran Jasmani FIKK UNY. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa rendahnya aktivitas jasmani dan tingginya perilaku sedenter pada anak dan remaja merupakan isu yang semakin mendapat perhatian di tingkat global maupun nasional. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan hidup aktif, sehingga guru perlu didukung melalui edukasi dan pelatihan berbasis bukti ilmiah agar mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan aktif.

Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta, Drs. Siswanto, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program pengabdian ini. Beliau menyampaikan apresiasi kepada tim PkM FIKK UNY atas inisiatif menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan sekolah. Menurutnya, konsep Physical Activity Break merupakan inovasi yang dapat diterapkan oleh seluruh guru, tidak hanya guru PJOK, sehingga diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan belajar siswa sekaligus mengurangi perilaku duduk terlalu lama selama proses pembelajaran.

Workshop diikuti oleh 56 guru, melampaui target peserta yang telah direncanakan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi penyampaian materi, diskusi, hingga praktik langsung Physical Activity Break.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Indah Prasetyawati Tri Purnama Sari, S.Or., M.Or. mengenai aktivitas jasmani dan kebugaran jasmani siswa berdasarkan Pedoman World Health Organization (WHO). Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai rekomendasi aktivitas jasmani untuk anak dan remaja, dampak perilaku sedenter terhadap kesehatan, serta pentingnya peran sekolah dalam mendukung terciptanya gaya hidup aktif sesuai pedoman WHO.

Selanjutnya, Fitria Dwi Andriyani, S.Pd.Jas., M.Or., Ph.D., selaku ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, menyampaikan materi mengenai penerapan Physical Activity Break dalam pembelajaran di kelas. Materi difokuskan pada konsep, manfaat, serta strategi mengintegrasikan aktivitas jasmani singkat ke dalam berbagai mata pelajaran tanpa mengganggu pencapaian tujuan pembelajaran. Pada sesi ini peserta juga mengikuti praktik langsung berbagai contoh Physical Activity Break yang dipandu menggunakan media video sehingga guru memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkannya di kelas.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, tim pengabdi melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap materi yang diberikan, dengan rata-rata persentase jawaban benar meningkat dari 77,5% pada pre-test menjadi 94,2% pada post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa workshop efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru mengenai aktivitas jasmani, perilaku sedenter, rekomendasi aktivitas jasmani berdasarkan pedoman WHO, serta penerapan Physical Activity Break dalam pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, tim PkM FIKK UNY berharap guru dapat mengimplementasikan Physical Activity Break secara mandiri dalam proses pembelajaran sehingga aktivitas jasmani siswa tidak hanya dilakukan pada mata pelajaran PJOK, tetapi juga menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aktif, sehat, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Universitas Negeri Yogyakarta dan SMP Negeri 15 Yogyakarta dalam pengembangan program promosi aktivitas jasmani di sekolah.


Source URL:https://pjkr.fikk.uny.ac.id/id/node/1328