Dosen UNY Latih Guru TK di Klaten Kembangkan Inovasi Sirkuit Mini Outbound Ramah Biaya
Submitted by adminuny on Mon, 2026-07-20 00:00
Pembelajaran fisik-motorik pada jenjang pendidikan anak usia dini kerap menghadapi tantangan klasik: keterbatasan luas halaman sekolah, minimnya fasilitas bermain luar ruang pabrikan yang mahal, serta metode pengajaran yang masih bertumpu pada senam rutin mingguan. Menyikapi kondisi tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pelatihan Pengembangan Aktivitas Mini Outbound sebagai Inovasi Pembelajaran Motorik bagi Guru Taman Kanak-Kanak di TK ABA Bakung, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.
Kegiatan yang didanai melalui skema PkM Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural DRPM UNY ini menggandeng Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Jogonalan. Sebanyak 23 guru TK terlibat aktif dalam lokakarya yang memadukan pendalaman materi Fundamental Movement Skills (FMS), simulasi perancangan pos rintangan, hingga teknik rekayasa media belajar dari material lokal dan barang bekas.
Ketua Tim Pengabdi, Prof. Dr. Yudanto, M.Pd., menjelaskan bahwa stimulasi keterampilan gerak dasar anak usia dini tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa arah.
"Keterampilan motorik kasar anak tidak matang dengan sendirinya seiring pertambahan usia, melainkan harus dilatih secara terencana. Melalui konsep mini outbound, guru dapat menghadirkan tantangan gerak yang kaya, aman, dan menyenangkan di halaman sekolah yang sempit tanpa harus terbebani oleh pengadaan alat yang mahal. Bahan-bahan sederhana di sekitar kita, seperti kardus bekas, ban luar motor, bilah bambu, hingga botol plastik, dapat disulap menjadi sirkuit motorik yang efektif," jelas Prof. Yudanto di sela-sela kegiatan.
Dalam pelatihan ini, para peserta dibimbing merancang dan mempraktikkan langsung lima pos sirkuit motorik terpadu:
- Pos Keseimbangan: Menggunakan karpet puzzle dan garis lantai berpola untuk melatih kestabilan tubuh.
- Pos Lompat Sasaran: Memanfaatkan susunan hulahoop dan ban bekas warna-warni guna menguatkan otot tungkai anak.
- Pos Merayap dan Rintangan Zig-zag: Menggunakan lorong kardus dan rintangan botol air mineral untuk mengasah kelincahan serta koordinasi kaki.
- Pos Lempar-Tangkap: Memanfaatkan bola kain modifikasi dan keranjang bertingkat untuk menstimulasi koordinasi mata-tangan.
- Pos Permainan Kerja Sama: Aktivitas estafet beregu yang dirancang untuk memupuk kemampuan sosial-emosional dan kerja tim sejak dini.
Efektivitas pelatihan terbukti dari hasil evaluasi kognitif peserta. Berdasarkan rekapitulasi nilai pre-test dan post-test, terjadi lonjakan pemahaman guru secara signifikan dari skor rata-rata 43,18 menjadi 87,08 (meningkat sebesar 43,9 poin). Kenaikan tertinggi dicatatkan pada indikator keterampilan modifikasi alat ramah biaya yang melonjak hingga 50,5 poin, menunjukkan tingginya daya serap guru terhadap aspek praktis perancangan sirkuit.
Program kemitraan ini tidak berhenti pada sesi pelatihan satu hari. Tim pengabdi melanjutkan intervensi melalui pendampingan langsung (on-site mentoring) ke sekolah mitra saat guru menerapkan sirkuit kepada siswa, serta membuka ruang diskusi dan konsultasi berkelanjutan melalui jejaring daring. Sebagai bentuk jaminan keberlanjutan, tim juga menyusun draf dokumen naskah kerja sama (Implementation Arrangement), modul panduan mini outbound ber-HKI, serta publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi.
Inisiatif pengabdian ini sekaligus menjadi langkah nyata civitas akademika UNY dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi pedagogis guru PAUD, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menekan perilaku sedentari dan risiko obesitas anak sejak usia dini melalui pembiasaan aktivitas fisik terstruktur.
